Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Install Debian GNU/Linux di PC/Laptop

 

Jika Ubuntu terlalu berat untuk perangkat anda, Debian bisa anda jadikan alternatif. Debian sendiri adalah basis yang digunakan oleh Ubuntu. Debian sendiri juga merupakan distro Linux tertua (pertama rilis tahun 1993) yang masih aktif sampai sekarang. 

Debian sendiri terkenal sebagai distro Linux paling stabil yang artinya setiap package di dalamnya sudah mengalami pengujian sangat lama dan tidak akan menyebabkan sistem anda rusak. Namun, untuk mencapai stabilitas itu, package Debian bisa tertinggal sangat jauh versinya jika dibandingkan dengan distro Linux yang lain.

Kelebihan Debian dibandingkan Ubuntu adalah anda mendapatkan sistem yang lebih minimal, dan anda bisa memilih DE/WM apa yang akan anda install yang mana itu sulit dilakukan jika anda memakai Ubuntu. 

Sebelum menginstall Debian, download ISO Debian di situs resminya lalu buat bootable-nya memakai Flashdisk. Setelah anda membuat bootable, anda harus setting BIOS supaya booting dari Flashdisk.

Langkah-langkah install Debian di PC/Laptop :

1. Saat installer pertama kali booting, pilih "Graphical install"

installer

 

2. Untuk bahasa installer pilih English

bahasa installer

 

3. Untuk wilayah pilih Indonesia caranya pilih Other < Asia < Indonesia. 

pilih region

pilih region

pilih region

 

4. Untuk locale pilih en_US.UTF-8

pilih locale

 

5. Untuk layout keyboard pilih American English. pilih sesuai layout keyboard anda jika anda menggunakan layout keyboard yang lain. 

pilih layout keyboard

 

6. Setting network. Jika anda install di bare metal/device asli maka anda harus konek ke internet dulu. Jika anda di VM (Virtual Machine) seperti Virtualbox, anda tidak perlu melakukannya.

7. Masukkan hostname. Untuk domain name anda bisa kosongkan saja

masukkan hostname

kosongkan domain name

 

8. Buat root password (ini digunakan jika anda nanti menggunakan root bukan user biasa)

buat root password

 

9. Buat full name (saran saya 2 kata atau lebih supaya nanti bisa dibedakan dengan hostname dan username. 

buat full name

 

10. Buat username (ini yang akan anda gunakan sebagian besar waktu)

buat username

 

11. Buat password (ini yang dibutuhkan untuk operasi yang membutuhkan sudo) jangan sampai lupa

buat password

 

12. Pilih zona waktu

pilih zona waktu

 

13. Untuk partisi pilih manual saja supaya anda bisa menentukan susunan partisi anda akan seperti apa

pilih partisi manual

 

14. Pilih disk atau free space yang ingin anda install 

pilih disk / free space

 

15. Susunan partisi yang saya rekomendasikan untuk BIOS UEFI

a) Partisi boot, ukuran 500 MB, use as "EFI System Partition"

b) Partisi swap, use as "swap area". Untuk ukurannya bisa gunakan panduan berikut

  • Jika RAM anda kurang dari 2 GB, pasang ukuran swap sebesar 2 kali RAM anda untuk mencegah kehabisan memory pada RAM kecil 
  • RAM 2 - 8 GB, ukuran swap sama dengan kapasitas RAM
  • RAM 8 - 64 GB, ukuran swap 4-8 GB saja, karena kapasitas yang besar akan jarang menggunakan swap
  • lebih dari 64 GB, tidak usah memakai swap tidak apa-apa.

c) Partisi root, ukuran bebas, use as "ext4 journaling file system", mount nya pakai "/"

contoh susunan partisi

 

 

Jika sudah, klik "Finish partitioning dan write changes to disk" jika meminta konfirmasi silahkan "Yes" saja.

16. Pilih region dari package manager. Pilih yang terdekat karena nanti akan berpengaruh pada seberapa cepat anda bisa mendownload package atau aplikasi. 

pilih region package manager

 

17. Pilih mirror

pilih mirror

 

18. Proxy nya kosongkan saja

kosongkan proxy

 

19. Untuk popularity-contest bisa pilih "No"

popularity contest

 

20. Pilih software yang mau diinstall. Centang "Debian desktop environment", "standard system utilities" dan satu desktop environment. Jika anda bingung mau pilih DE apa, berikut saran saya

  • Jika anda familiar dengan workflow Windows dan spek perangkat anda cukup mumpuni, bisa pilih KDE Plasma atau Cinnamon 
  •  Jika anda menginginkan workflow yang unik dan lebih sering memakai keyboard bisa pilih GNOME.
  • Jika perangkat anda cukup low-end bisa pilih antara MATE, Xfce, LxQt, LXDE, atau GNOME Flashback.

pilih software dan desktop environment

 

21. Jika sudah muncul bagian "Finish the installation" maka instalasi sudah selesai. Silahkan klik "Continue" dan cabut flashdisk anda.

finish installation

 

22. Jika sudah muncul GRUB pilih "Debian GNU/Linux".

menu grub

 

23. Masukkan username dan password (bukan root password) yang anda buat tadi.

display manager

 

24. Selamat anda sudah berhasil menginstall Debian GNU/Linux dan masuk ke desktop environment. 

tampilan desktop environment

 

Tambahan :

Secara default, Debian tidak memasukkan user sebagai sudoers jadi secara default anda tidak bisa melaksanakan perintah sudo, anda harus setting manual dulu

1. Buka terminal

2. Ganti ke root caranya masukkan line di bawah ini

su - 

3. Masukkan root password

4. Masukkan line di bawah ini untuk memasukkan user ke groups. (ganti username dengan username anda)

usermod -aG sudo username

 

5. Restart komputer anda.

6. Periksa kalau user sudah masuk sudo. Jika ada tulisan "sudo" berarti user sudah masuk group sudo

  

groups username

7. Tes perintah sudo misalnya saja 

  

sudo apt update

8. Selamat, anda berhasil memasukkan user ke group sudo

Post a Comment for "Cara Install Debian GNU/Linux di PC/Laptop"